Saat itu aku masih kelas 6 SD
Seragam putih merah kedodoran dan dasi penuh coretan
Itulah ciri khasku
Parfum dan sisir bentuk kelinci
Itulah yang slaul kubawa sekolah
Tuk menjaga kerapianku
Sengaja aku menyemprotkan banyak parfum
Biar awet wangi sampai pulang sekolah
Meski beberapa teman membenci bau wangiku
Teeeeeeeeettttttt……..
Bel istirahat pun berbunyi
Semua siswa keluar kelas termasuk aku
Minum es sambil berbincang-bincang
Itulah kebiasaan anak perempuan di SD-ku
Sehingga aku bosan mendengarnya
Diluar sekolah terdapat gorong-gorong (got) besar
Disampingnya ada pohon keres yg lebat
Di situlah tempat anak laki-laki bermain
Berayun dengan ranting pohon tepat diatas got
Inginku mencobanya
Saat mereka jajan
Kakiku melangkah ke tempat eksotis itu
Tanganku menggenggam erat ranting itu
‘sekali saja tak apa’ batinku
Yuuun……
Masih ingin lagi
Yuuun……..
‘ini yang terakhir’ batinku
Byuuooorrrr…….
Kakiku secara total masuk kesitu
Duh seperti loncat ke lumpur lapindo
Dan baunya….. Masyaallah……..
Seperti bom atom yang menghancurkan kota hirosima dan nagasaki
Bau yg tadi wangi semerbak bagaikan bunga di musim semi
Berubah menjadi gas asam yang dapat melumpuhkan ribuan orang dalam sekejap
Sungguh hari itu hari yang naas
Banyak mata yang mengarah padaku
Wajahku langsung merah pucat karena malu
Mereka tertawa diatas penderitaanku
Hingga air mataku berjatuhan
Seorang guru akhirnya mengantarku ke kamar mandi
Saat kucari parfumku ternyata isinya habis karena terlalu sering dipakai
Jadi waktu itu aku lebih bau dari JS si mahluk terbau di SD-ku
Seragam putih merah kedodoran dan dasi penuh coretan
Itulah ciri khasku
Parfum dan sisir bentuk kelinci
Itulah yang slaul kubawa sekolah
Tuk menjaga kerapianku
Sengaja aku menyemprotkan banyak parfum
Biar awet wangi sampai pulang sekolah
Meski beberapa teman membenci bau wangiku
Teeeeeeeeettttttt……..
Bel istirahat pun berbunyi
Semua siswa keluar kelas termasuk aku
Minum es sambil berbincang-bincang
Itulah kebiasaan anak perempuan di SD-ku
Sehingga aku bosan mendengarnya
Diluar sekolah terdapat gorong-gorong (got) besar
Disampingnya ada pohon keres yg lebat
Di situlah tempat anak laki-laki bermain
Berayun dengan ranting pohon tepat diatas got
Inginku mencobanya
Saat mereka jajan
Kakiku melangkah ke tempat eksotis itu
Tanganku menggenggam erat ranting itu
‘sekali saja tak apa’ batinku
Yuuun……
Masih ingin lagi
Yuuun……..
‘ini yang terakhir’ batinku
Byuuooorrrr…….
Kakiku secara total masuk kesitu
Duh seperti loncat ke lumpur lapindo
Dan baunya….. Masyaallah……..
Seperti bom atom yang menghancurkan kota hirosima dan nagasaki
Bau yg tadi wangi semerbak bagaikan bunga di musim semi
Berubah menjadi gas asam yang dapat melumpuhkan ribuan orang dalam sekejap
Sungguh hari itu hari yang naas
Banyak mata yang mengarah padaku
Wajahku langsung merah pucat karena malu
Mereka tertawa diatas penderitaanku
Hingga air mataku berjatuhan
Seorang guru akhirnya mengantarku ke kamar mandi
Saat kucari parfumku ternyata isinya habis karena terlalu sering dipakai
Jadi waktu itu aku lebih bau dari JS si mahluk terbau di SD-ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar