Anak-anak biasanya mengeluhkan
masalah kutu rambut pada usia taman kanak-kanak dan SD, tertulari oleh
teman sekelasnya.
Kutu rambut adalah serangga pengisap darah.
Berbeda dengan nyamuk, kutu rambut adalah parasit permanen yang
menggantungkan hidupnya pada satu orang. Seekor kutu rambut betina
sepanjang hidupnya meletakkan sekitar 140 telur. Telur-telur itu secara
acak dilengketkan pada pangkal rambut. Pengembangan dari telur hingga
dewasa memakan waktu sekitar tiga minggu. Bila semua telur menetas dan
separuhnya (70 ekor) yang betina bertelur 140 buah, maka akan ada 9800
kutu rambut baru! Tak heran bila jumlah kutu rambut bisa meningkat
sangat cepat.
Kutu rambut sering makan. Dalam sehari mereka bisa
makan 6 sampai 12 kali. Rasa gatal dirasakan ketika kutu sedang makan.
Garukan yang keras dapat menyebabkan infeksi sekunder di kulit kepala.
Kebanyakan
telur, larva dan kutu rambut dewasa dapat ditemukan di daerah mahkota
kepala (temporal dan oksipital). Bila kutu rambut berjumlah banyak,
sebagian dapat menempel di bagian pinggir kepala. Kutu rambut tidak
hanya bisa berada di kepala, tetapi juga pada kulit halus di telinga dan
daerah leher.
Telur yang masih hidup berada di pangkal rambut,
sedangkan selongsong telur dan telur mati dapat ditemukan pada jarak 2-3
cm dari akar rambut. Posisi telur di rambut dapat membantu menentukan
durasi kejangkitan. Dengan tingkat pertumbuhan rambut rata-rata sekitar
0,5 mm per hari, dalam sebulan telur kutu akan berada sekitar 1-1,5 cm
dari kulit.
Solusi kutu rambut
1. Metode alami
Metode
yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan kutu rambut dan
telur-telurnya adalah metode manual dengan sisir (serit). Untuk
meningkatkan efektivitasnya, Anda dapat membasahi rambut dengan air cuka
hangat (asam asetat) berkadar 5-10% sebelum menyisir kutu. Larutan ini
dapat meloloskan rekatan telur pada rambut sehingga menjadi mudah lepas.
2. Metode kimia
Metode
manual memakan waktu dan Anda harus sering mengulanginya beberapa kali
sampai kutu rambut menghilang. Pada anak kecil di bawah dua tahun,
metode ini sulit diterapkan karena mereka cenderung sulit diam. Metode
yang lebih cepat dan efektif untuk menghilangkan kutu rambut adalah
metode kimia dengan pedikulisida (racun kutu rambut) berbentuk cairan,
krim atau lotion yang dirancang khusus untuk membunuh kutu.
Persyaratan
umum pedikulisida adalah keselamatan bagi tubuh manusia. Di Indonesia,
persyaratannya sama dengan untuk obat-obatan lain yang langsung
dikenakan pada kulit. Mereka harus berdaya racun rendah, tidak
menimbulkan sensitisasi, resorpsi dan iritasi. Bahan aktif pedikulisida
yang terutama adalah insektisida jenis piretroid (permetrin, d-fenotrin,
alletrin dll). Insektisida ini merusak sistem saraf serangga. Kutu
rambut tidak mati seketika oleh pemberian obat, namun beberapa saat
kemudian. Karena telur kutu rambut terlindungi oleh cangkangnya, mereka
sulit mati oleh pedikulisida. Saat ini tidak ada produk pedikulisida
yang membunuh 100% telur kutu. Kutu-kutu rambut bisa kembali muncul
setelah telur-telur yang bertahan menetas dan berkembang biak. Anda
mungkin perlu mengulangi pemberian pedikulisida dalam 7-10 hari
kemudian.
Anda dapat mengkombinasikan metode kimia dengan metode
manual untuk menghilangkan kutu rambut berikut telur-telurnya. Bila Anda
tidak menyukai metode kimia dengan pedikulisida karena takut efek
negatifnya, Anda mungkin dapat menggunakan alternatif terapi secara alami.
Tips
- Jangan menggunakan pedikulisida secara berlebihan dan jangan mencampur penggunaan lebih dari satu produk. Gunakanlah sesuai instruksi agar tidak menimbulkan efek negatif bagi diri Anda dan tidak membuat kutu rambut resisten.
- Jangan berkeramas menggunakan pedikulisida dengan air hangat karena pori-pori kulit kepala yang mengembang oleh panas dapat menyerap zat racunnya sehingga berbahaya bagi Anda.
- Setelah penggunaan pedikulisida lebih dari dua kali dan kutu rambut tidak hilang, Anda mungkin perlu mengganti dengan jenis lain yang lebih efektif. Jangan terus memaksakan penggunaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar