“pastikan jangan ada barang
yang ketinggalan!”
“helmnya di pake!”
“di klik helmnya!”
“tali sepatunya harus diiket
yang rapet!”
“Haduh sepatunya kok kotor
sih!”
“kalo bawa tas sekolah jangan
miring,, nanti cepet rusak!”
“yang dibawa tu yang
penting-penting aja!”
“yang kaya novel ma komik itu
buat kamu gak pinter!”
“jangan ada apapun di tangan,,
tanganya pegangan!”
“pasti belom sarapan!?!”
“kesiangan kan!! Udah
macet!!”
“kalo di wiyung itu,, telat
bangun semenit, di jalan bisa telat lima
menit!!!”
“kamu slalu lama kalo mandi!
Jadi telat!!”
“semakin lama, kamu semakin
lelet!!”
“apa-apa lama!”
“yang ikut rugi karena
kamu!!”
“kesalahan yang diulang
ulang-ulang itu namanya BODOH !!”
“kamu slalu buang-buang
waktu!!”
“mau jadi apa kamu nanti,
kalo males kaya gini?!?!”
“kalo punya akal,, jangan
hanya buat pelajaran!! Smua hal yang kita lakukan harus mikir!!”
“orang yang menyia-nyiakan
waktu sesungguhnya bukanlah orang yang beruntung!”
“seperti yang dijelaskan pada
Al-Qur’an”
“mungkin kamu nganggep papa
nyebelin de el el”
“tapi ini semua demi
kamuuu…..”
(suasanya tiba-tiba jadi
dramatis… dengan alunan lagu sedih,slow nan lembut… seperti adegan seorang ibu
yang hendak meninggalkan anak-anaknya, dengan tangis-tangisan yang sangat
mengharukan)
Yaaa……..
Si Kumis berdakwah
LAGI, dan aku sebagai jamaahnya. Memang Si Kumis itu seorang angkatan laut yang
telah bergelar Bang Haji. Tak lain dan tak bukan,, dialah papaku. Sebentar atau lama… yang jelas papaku
slalu DAKWAH terlebih dahulu sebelum aku berangkat ke sekolah. Sebagai seorang
anak yang baik, aku slalu berusaha mendengarkan ayahku, walaupun sambil tidur.
Dulu saat aku
masih SD … pernah ada sesuatu tragedi pas keluargaku liburan ke jombang (rumah
nenek).
Aku, mama,
tante, nenek dan papa berkumpul di ruang tamu. Berbincang-bincang atau ngerumpi
bersama. Sebagai anak kecil aku hanya bisa mendengarkan apa yang mereka
bicarakan meski tidak tau maksud pembicaraan tersebut.
Dan sudah kuduga…
papa membuka mulut dan berkata sambil senyum bahagia “heee semut loo…..”. Dari
raut wajah dan cara bicaranya terlihat bahwa papa akan membuat lelucon. Semua
keluargaku sudah tau, papa kalo buat lelucon slalu gak lucu ato jayus. Males banget
ndengernya. Tiba-tiba… “lho aku tak njemur baju dulu ya…” kata tante. “eh lupa
blom masak!” kata nenek sambil menepuk kepalanya. “tera dimana ya?” kata mama
sambil cari-cari tera.
Sesungguhnya
aku kasian banget sama papa. Tapi harus gimana lagi? Aku hanya dapat melongo
liat kumis papa yang mulai beruban. Krik…krik…krik…. (hening). Agar tak sepi
aku makan kripik dengan berisik “kriuk kriuk”. Tetapi sepertinya, papa galau
karna hidup jayusnya. Sungguh malang papa…..
Meski begitu
papa tetaplah papa yang hebat dimataku. Salah satu kehebatan papa adalah…… Papa
slalu sabar meski aku telatan dan malas. 13 tahun lamanya, aku sudah
menyusahkan papa, aku sering mengganggunya, aku nakal. Tapi, sekalipun papa tak
pernah memukulku. Kalo marah sih sering… tapi papa marah dan menasehatiku itu
untuk kebaikanku. Papa slalu menyayangiku sampe kapanpun. Jika selesai
mengomeli aku karna aku telat ato apalah, papa slalu bilang padaku “kalo papa
ngomong ke kamu, bilangin kamu…. Jangan di masukin ke perasaan, tapi masukin ke
otak, dipikir !” ya… itulah yang slalu dikatakan papa.
Maafin resa ya
pa? mungkin resa banyak salah ke papa…. Aku juga berterimakasih atas smuanya
yang papa berikan. Makasih paa…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar