Cool Transparent Purple Pointer

Welcome to my blog ....... ( )
If you follow me, I'll follow back
forbidden to copy paste in my blog!
I hope you liked my post, and if already read, please comment .......
Greetings from the creator of this blog, that is ....
'Sanaura Rafif Elantares'
* PEACE * ^.^ V

silahkan pilih....

Sabtu, 31 Maret 2012

MALAM YANG SESUATU



Malam yang sesuatu…….. aku udah lupa kapan itu terjadi. Aduh, kapan ya? Kira-kira pas aku kelas 5 SD.
Merinding jika aku mengingat tragedi serem itu…. . Entah mimpi….. ilusi….. bayangan….. khayalan….. ato NYATAAA……. . Mama sama papa gak percaya tentang ini…… Dan mungkin kamu juga gak percaya (buat yang baca ini). Tapi… berhati-hatilah mungkin kamu juga akan mengalaminya ato kamu sudah mengalaminya sebelum aku.
Waktu itu…………………..
Di sebuah kamar imut bercat warna-warni, aku santai-santaian melihat kipas angin yang terus berputar  *BORING BANGETTT*  . Lama-kelamaan aku ketiduran…….. Trus tiba-tiba aku terbangun. Kulihat jam winny the pooh khas anak balita yang ada di kamarku menunjukan waktu tengah malam (tapi udah lama ganti jam laen). Mata yang udah gak ngantuk tebuka lebar-lebar.
Terlihat dari jendela, seorang wanita sedang berdiri sambil memandangiku. Rasanya badanku langsung beku dan tak bisa bergerak. DEGH.DEGH.DEGH. detak jantungku berdetak smakin cepat. Mataku yang tak bisa berkedip melihat………… sosok yang bermata sipit, betubuh tinggi, dagu nyatis, rambut hitam panjang tak berponi, kulit pucat dan benar-benar pucat. Mulutnya yang setengah senyum dengan mengerikan membuat aku jadi merinding. Badanku kaku dan yang kuarsakan adalah suasana angker dan dinginya malam yang menusuk kulitku. Saking takutnya… aku tak sanggup teriak padahal dalam hatiku, aku pengen banget teriak. “1…2…3…. Teriak!” suara hatiku. Duch beneran aku pengen teriak tapi aku bener-bener kayak patung. Suara hatiku tak pernah berhenti “1…2…3…. Teriak!” “1…2…3…. Teriak!” “1…2…3…. Teriak!” “haduh res, kamu harus teriak!” “tapi aku gak sanggup” kataku dalam hati “oke res, kalo kamu gak teriak, dia bisa ganggu kamu!” “cepet teriak!” “1…2…3…. Teriak!” “teriaklah, nanti orang tuamu pasti akan datang ke sini kalo denger teriakanmu!” “ayo res kamu harus sanggup!” “res, res ayo!!” “1…2…3…. Teriak!” suara-suara itu menggema di telingaku tapi kenapa tidak bisa keluar…? Kenapa aku membisu…? “1…2…3…. Teriak!” “kalo kamu gini terus, kamu bisa GILA…..” “ini bukan salahku….. ini salah suasana ini…… ini salah si hantu itu yang ngeliatin aku….. bukan aku yang buat aku gila…. !” “aaa….. aku gak gila…. Aku Cuma TAKUT…….!!!” “kenapa ada suara-suara menyeramkan?” “aku kenapa?” “sadar res! Sadar!” “aku dimana? Aku diamana?” “kamu siapa?” “ini suara siapa?” “aku itu kamu dan kamu itu aku…..” “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACH………… AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACH……………………………!!!!!!!!!!!!” “jangan hanya teriak dalam hati! Ayo keluarkan suaramu! Kalo bisa buat hantu itu takut dengan teriakanmu! Ayo res! Kamu pasti bisa!” “tapi aku gak bisa! Ini Cuma buang-buang waktu!” “tidak res kamu pasti bisa!” “ini sia-sia! Aku tak akan sanggup!” “tidak res kamu pasti bisa!” “PERCUMA!!” “YA ALLAH BANTU AKU…..!!!” “aku bisa aku yakin!” “1…2…3…. Teriak!” “ternyata aku tak bisa!” “aku sudah mencoba!” rintihku dalam hati “coba lagi!!!” “baiklah aku akan coba” “kali ini aku pasti bisa!” aku yakin.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACCHHHH……….. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAOOOOOOOO……………….. MAAAAAAAA PAAAAAAAA DEEEEEEEK TOOOLOOOOONGGG………. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACCCCCHHHHHHHHHH………..!!!!!!!!!!!  AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACCCHHHHHH….. AAAAAAAAAAAAACCHHHHH…………...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Akhirnya aku mampu teriak sekencang-kencangnya! Alhamdulillah aku telah sanggup untuk teriak! Tapi badanku masih kaku. Cuma mulutku yang udah bisa gerak. Eh pas aku teriak itu, hantunya malah melotot dengan wajah marah. Untungnya terdengar suara berisik di bawah, kelihatanya mama dan papa denger teriakanku. Mereka buru-buru keatas. Aku langsung tau karena terdengar hentakan kaki yang keras dari tangga. Hantu tadi tiba-tiba hilang seperti kabut.
Mama langsung buka pintu kamar aku. Papa dan mama terlihat sangat serius. “Mana? Mana?” Tanya papa. “U Udah pergi pa….” jawabku masih deg.deg.an. Papa terlihat siaga membawa tongkat kayu yang besar (dapet dari mana ya?). “kamu gak apa apa kan sayang? Apa ada barang yang di ambil?” Tanya mama terlihat sangat cemas sambil memeluku. “kita harus lapor polisi!” sahut papa. “gak usah pa! percuma gak bakalan bisa ketangkep!” kataku. “sekarang polisi di indonesia udah pake alat-alat yang canggih dan sangat teliti dalam mencari pelaku ato MALING!” kata papa dengan sangat lugas. “WHAT? Ga ada maling….!!” Jawabku. Mama dan papa terlihat kaget , begitu juga aku yang kaget pas papa bilang maling (kalian kaget gak? Kaget kenapa?). “tadi itu aku teriak soalnya ada hantu….” Aku berusaha menjelaskan tapi mama dan papa terlihat tak percaya. “resa… setan itu gak bisa ganggu manusia! Setan yang bahasa arabnya Syaiton cuma menggoda manusia agar berbuat jahat. Mangkanya jangan sering liat tipi yang seten-setan!” kata papa “wis bubuk lagi, tak pikir apa!?!” sahut mama. “haduch ma… pa… beneran aku gak bohong!” jawabku agak kesal “itu mungkin cuma mimpi ato khayalanmu aja!” kata mama “trus kalo mau bubuk baca doa dulu!” tambah mama. Huch kenapa sich orang semacam mama dan papa gak percaya ama omonganku? Mama nyuruh aku tidur lagi tapi aku tetep gak mau. Takutnya, hantunya dateng lagi.
Trus aku gak mau tidur di situ lagi! Akhirnya aku tukeran kamar sama adek. Adek yang sebelumnya gak mau lepas dengan kamarnya, kini dia bisa nyerahin kamarnya karena mama beliin adek boneka Barbie dan baju (kalo aku jadi tera, mungkin aku bakal minta lebih banyak).
Hari-haripun berlalu….. aku sama tera dah tukeran kamar. Waktu itu aku sakit demam. Mama slalu nyuruh aku pake slimut tapi aku gak suka, eh mama maksa. Katanya demi kebaikanku. Tapi sejujurnya aku gak suka banget dimanjain. Malemnya pas tidur aku pake slimut. Tengah malem, aku bangun karna risih sama slimut ini. Panas rasanya. “ih, gak usah pake slimut!” aku ngomong-ngomong sendiri. Tiba-tiba ada yang njawab omonganku “hayo…! Pake slimut! Nanti sakit!” terdengar suara dari pintu. Ternyata diatasnya pintu itu ada kayak monyet besar, mukanya serem banget. Tapi masa sih hantu nyuruh aku pake slimut? Kok aneh ya? Jadi meski rada aneh, aku teriak “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!” mama sama papa datang kaya tragedi sebelumnya, papa sambil bawa tongkat kayu (dapet dari mana ya?). “ma… pa… ada setan kaya monyet!” kataku. “haduh ini lagi, tak pikir apaan!” kata mama “kalo teriak lagi, papa sama mama gak akan kesini!” kata papa “tapi kalo kamu teriak MALINGGG, ULARRR, ao yang laen papa sama mama akan dateng! Ngerti!!!” tambah papa. “Pa dapet tongkat ini dari mana?” tanyaku “lho inikan tongkat pramukamu se?!?” jawab papa. “oh, tapi beneran lo ada setan!” kataku “udah deh! Dipikir dulu beneran ato enggaknya! Dulu pas kamu kecil ‘pemberani’ tapi kenapa sekarang ‘PENAKUT’?” kata mama.
Mungkin bener aku harus mikir dulu. Tapi misalnya aku minta tuker kamar sama adek lagi… nanti ketemu sama hantu sipit itu! Jadi aku milih tetap dikamar ini. Setelah itu setiap ada kejadian-kejadian aneh di kamar, suasana nyeremin ya… aku tinggal tidur aja. Terkadang ada suara tokek, suara jam ‘ding dong… ding dong…’ , suara anak nangis, suara toktoknya bakso, nasi goreng, tahu campur de el el.
Nah…. Loe percaya gak sama tragedi ini? (buat yang baca ini). Kalo gue sih….. udah gak peduli. (Ada yang bilang… kata ‘GUE’ itu gaul, dsb. Kata ‘GUE’ terdengar biasa buat orang daerah Jakarta. Tapi buat orang semacamku, terdengar tidak biasa. Tidak biasa bukan berarti aneh lo ya….).
Tapi sampai sekarangpun aku masih takut tentang hantu itu….. hantu yang sipit. Kalo ama hantu yang kaya monyet sih… gak terlalu. Saat nulis catatan inipun aku masih rada-rada takut gitu. Jadi aku taruh Al-Qur’an di sampingku…. Takutnya si hantu sipit itu gak terima kisah antara aku dan dia mau kumasukin ke blog. Habisnya, nulisnya juga pas malem-malem.
Pokoknya malam saat si sipit itu berkunjung ke kamarku adalah malam yang sesuatu……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar